Postingan

Rasanya Sama Cowok Yang Ga Romantis, Ga Peka, dan Ga So Sweet Itu….

Girls, pernah ga sih hidup kamu diisi sama cowok yang ga romantis, ga peka, dan ga so sweet gitu, rasanya gimana coba? Sebel, jengkel, marah dan bikin bad mood parah kan. Asli itu bakal ngebuat hari-hari kita kalau ketemu sama cowok yang ga romantis, ga peka, dan ga so sweet itu jadi suram gitu ga sih. Apalagi kalau kita suka sama cowok, dan setelah kita jalan, ternyata dia ga romantis, ga peka, dan ga so sweet. Jadi bete dan rasanya pingin mencak-mencak gitu ga sih. Ini cowok kok gini amet ya, masak cuek banget gini. Sebel deh, dulu kayaknya di awal-awal ga gini-gini banget deh, kok beda ya. Kok dia makin kesini makin jutek banget gitu ya. Pernah ga berfikiran kayak gitu? Jadi ini salah siapa? Tapi kan cewek selalu benar ya? Tapi kalo dia ga romantis, ga peka, dan ga so sweet gini salah siapa? Trus yang salah siapa dong? Cewek pernah salah ga sih? Nah loh, emang sih rasanya bikin geregetan parah kalo cowok itu ga romantis, ga peka, dan ga so sweet. Gimana engga, pertama b...

Review Product : Masker Kefir

1.     Darimana sih awal tau tentang masker kefir? Pertama kali tau masker kefir itu dari youtube. Jadi waktu itu, sekitar tahun pertengahan 2016 aku lagi nyadar banget kalau ternyata mukaku jerawatan parah. Jerawatnya besar-besar, kadang merah dan bahkan bernanah, dan itu sakit banget, bekasnya? Jangan tanya, ga dicetet aja, gatau ceritanya gimana tiba-tiba udah pecah aja, padahal ga pernah pegang-pegang jerawatnya dan ga dicetet-cetet, tapi tetep aja bekas. Hikssss… trus nyadar juga sama kebiasaan nyetetin jerawat batu dan komedo, gemes banget apalagi kalau ada yang udah mateng gitu tapi isinya ga keluar-keluar. Pas nyadar, udah telat banget dan bikin pipi jadi bopeng, parah gila. Nyadarnya telat. Uwaaaaaa…. Trus mulai dari situ aku mulai tuh yang namanya struggle melawan jerawat. Mulai nyari-nyari tips gimana ngebuat muka jadi ga jerawatan. Dan akhirnya nemu salah satu video gitu, yang ternyata seluruh isi video si mbak-mbak cantik ini isinya semuanya tentang perjua...

Ayah, Cinta Pertamaku

Ada hal yang tak bisa tergantikan, seperti Ibu misalnya, namun Ayah adalah lelaki pertama yang bisa menerimaku apa adanya. Lelaki yang mencintaiku sejak pandangan pertama. Lelaki yang mau menggendongku di pundaknya. Lelaki yang senantiasa memberikanku cinta yang tulus, serta memberikan kasih seluas samudera tanpa peduli banyak badai yang menghadang. Ayah adalah seorang yang rela jari-jemarinya linu daripada mendengar tangisan anaknya yang pilu hanya demi satu balon. Ayah juga seorang lelaki perkasa, yang tak peduli tulang-tulangnya patah demi menuruti kemauan anak manja sepertiku. Apapun rela, jika itu demi anaknya. Ayah, cinta pertamaku, cinta dari serorang lelaki yang sama sekali belum mengenaliku, tapi lelaki itu tak sungkan mencium keningku.    Anak Ayah. Itulah sebutan untukku dari orang yang membangkitkan kenangan masa kecilku bersama Ayah. Setiap kali aku akan makan, Ayah yang menyuapiku. Setiap kali aku ingin baju baru, Ayah akan membelikan yang mahal untukku. Saa...

Cium Peluk Cium Peluk

Beberapa waktu yang lalu…… Ah, bentar. Aku akan berceri ta terlebih dahulu. Aku punya adik, tapi bukan adik kandung, tapi masih saudara. Bisa dibilang saudara dekat, tapi jauh rumahnya. Tapi dia tetap adikku, tapi bukan adik kandung. Dia laki-laki, yang saat ini masih SD. Bisa dibilang dia adalah anak adiknya Ibuku, so dia adalah adik sepupu laki-laki bagiku. Sebut saja Syamsul namanya. Dia tidak seperti anak-anak normal pada umumnya, dia mempunyai hambatan intelektual, yang bisa dikatakan ringan. Aku sering miris saat melihat orang-orang memperlakukan Syamsul seperti itu. Merendahkan, mencemooh, menjauhi, tidak mau berteman, lari ketakutan, mengancam, meremehkan, mencibir, mengolok-olok, melihat dengan sebelah mata, dan mungkin selalu berpandangan negatif terhadapnya. Cuma mau bilang sih, kalau tidak punya kaca, ini aku pinjami. You can’t jugde someone, because your not God ! Percuma sih aku membahas tentang kebutuhan khusus seseorang, jika aku bahkan kamu, dan semuanya, ...

Ini Mengagetkanku

Masih teringat jelas betapa cupunya aku saat melakukan observasi di kelas Pak Ari. Berulang-ulang saat aku bercanda dengan teman sekampus, mereka pasti membullyku, ada yang bilang itu bukan rasa yang biasa, ada yang bilang, sekarang kamu jadi semangat kuliah, ada juga yang bilang, kamu jadi tambah ceria, ahh yang mereka katakan itu, justru membuatku semakin senyum tak jelas, dan kami semua tertawa. Kala itu, aku, Iza dan Ira sedang menyantap makan siang di Food Court, aku menceritakan tentang seseorang yang bukan Pak Ari, lalu Ira memotong ceritaku, “Udah nggak asyik dengerin yang itu, cerita kelanjutannya sama Pak Ari aja gimana.” Lalu kami bertiga saling memandang dan tertawa. Itu cerita kemarin siang, lain lagi dengan malam ini, sepulang kerja aku lalu masuk ke kamar, sementara Ibu mengikutiku, dan seketika kalimat ini langsung keluar dari mulutku, “Seru nih, chattingan kami berlanjut loh Buk.” Dan aku terhenyak mendengar jawaban Ibuku, “Iya, Ibu juga sudah menduganya, kamu ban...

Safety First-Gara-Gara Hal Sepele Saya Jadi Salto

        Safety First, dua kata ini maknanya harus selalu diterapkan di semua kegiatan yang kita lakukan, apapun itu. Apalagi soal Safety Riding, ga bisa dipungkiri kita bakal berurusan dengan yang namanya transportasi setiap saat, kapanpun, dimanapun. Jelas dong, transportasi akan membantu mobilitas kita sehari-hari. Kalo ga ada transportasi, kita bisa apa coba, kemana-mana jalan kaki, yakalik Yogyakarta-Solo jalan kaki, mirisnya pun sekarang, walaupun udah banyak transportasi, tapi banyak juga yang tujuannya deket memilih untuk jalan kaki, udah gitu kadang pejalan kaki ini jadi sasaran buasnya kendaraan yang ugal-ugalan, faktor utamanya apa? Yes, that is…. Lupa sama yang namanya keselamatan, inget lo ya, jalan raya itu bukan punya satu nyawa yaitu kita doang, banyak nyawa lainnya yang sangat dinantikan keluarga dirumah. So, sedikit bakal cerita soal aku yang main-main sama keselamatan di jalan raya.         Jadi gini, waktu itu ...

Observasi Asik

          Keputusan yang kita pilih terkadang mengharuskan untuk menerima segala konsekuensi, konsekuensi yang ada bisa jadi sangat berat atau sangat ringan, hal tersebut tergantung bagaimana kita menyikapinya. Haissssshhh... Sok banget bahasanya, ga ada yang lebih ringan? Oke oke... Maafkan, lagi pingin serius ceritanya. Jadi gini, kalau kita telah memilih untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi atau nama bekennya kuliah, berarti paling tidak, pasti kita harus mengerjakan tugas-tugas yang mendukung perkuliahan kita. Macam-macam tugasnya antara lain, kuliah tatap muka, kuliah lapangan atau biasa disebut observasi, kuis, UTS, UAS, KKN, PPL, dan Skripsi. Ah, sebelum itu ada ospek yang perlu kita tempuh dengan banyaknya tugas yang mengharuskan kita untuk selalu mengikuti prosesnya. Oke, kali ini aku mau bahas tentang kuliah lapangan, biasanya disebut observasi, pengamatan, atau terjun langsung ke sekolah atau lembaga lain.     ...